Sabtu, 18 Oktober 2008

SYUKUR

Syukur adalah kata yang mudah untuk diucapkan tetapi terasa sulit untuk dipraktekkan. Perintah Syukur juga dinyatakan di dalam kitab Suci Al quran, yang intinya menyebutkan bahwa Allah akan memberikan lebih banyak kenikmatan jika manusia pandai bersyukur. Kebanyakan orang salah mendefinisikan apa itu syukur. Sebagian besar dari kita memaknai syukur dengan jalan mengucapkan terimakasih atas apa yang telah kita peroleh saat ini, dan itu masih dalam makna sempit. Syukur sesungguhnya adalah tidak sekedar berucap di bibir saja, tetapi juga masuk di level perasaan, yang merasakan bahwa apa yang ada di dalam diri kita, nafas, kedipan mata kita, indera kita, kesehatan, istri/suami, kecerdasan,anak, tempat tinggal, termasuk perasaan bahagia dan segala resources ygkita miliki semata-mata pemberian Allah dan berusaha menggunakan dan memaanfaatkan segala resources yang kita miliki itu demi kebahagiaan seluruh makhluk. Lalu bagaimana syukur bisa semakin mendatangkan kenikmatan-kenikmatan baru seperti dijanjikan Allah? Ada 2 tinjauan tentang syukur. Yang pertama dari sisi pemrograman pikiran. Defini syukur sebagaimana di atas membuat setting pikiran manusia (mind set) dalam keadaan positif. Dengan mensyukuri setiaplangkah kita dalam hidup ini dengan segala pencapaiannya, maka perasaan kita akan selalu bergetar dalam frekuensi yang positif. Perasaan yang selalu positif (Positif Feeling) akan membuat apa yang selalu kita pikirkan juga bergetar dalam frekuensi yang positif (Positif Thinking). Dengan demikian pikiran manusia yang terdiri dari pikiran sadar danpikiran bawah sadarnya akan saling bersinergi dan tercipta suatu keselarasan yang akibatnya adalah adanya saling mendukung di dalam 2 kepribadian manusia yang biasanya saling bertentangan atau melemahkan dalam mencapai suatu tujuan. Pernahkah anda mempunyai keinginan,misalnya ingin membuka usaha. Kemudian ada bagian dalam diri anda yang mensabotase seperti takut gagal, khawatir, jangan-jangan dan seterusnya. Sabotase dari bagian diri anda yang lain ini tidak akan sempat muncul jika kedua bagian dalam diri anda saling selaras dengan menerapkan syukur dalam hidup anda. Sehingga pikiran dan perasaan yang telah salingselaras ini akan menggerakan seluruh potensi diri anda untuk melakukan action dalam meraih tujuan hidup anda, istiqomah dan akhirnya tujuan itupasti tercapai. Tinjauan tentang syukur yang kedua adalah, ternyata berdasarkan hasil riset menyebutkan bahwa orang-orang yang selalu bersyukur memiliki tingkat energy pikiran (otak) yang sanagat besar frekuensinya jika diukur dengan alat pengukur kekuatan energy pikiran/otak. Dan ini jauh sangat berbeda bagi orang-orang yang pemarah misalnya dimana level energy pikirannya sangat rendah. Di dalam hukum LOA (Law of Attraction) ternyata energy syukur yang kuat tersebut mampumembroadcast atau mengirimkan keinginan dan harapan orang yang bersyukurtersebut ke seluruh alam semesta. Sehingga alam semesta pun akan merespon broadcast keinginan dan harapan tersebut dengana membalasnyalebih besar. Inilah yang pada akhirnya orang sering menyebutnya sebagai keberuntungan. Keberuntungan adalah hasil broadcast keinginan yangdirespon oleh alam semesta dalam kekuasaan Allah dalam bentuk mendekatkan apa yang diinginkan dan diharapkan, semakin mendekat dan tertarik oleh magnet orang yang pandai bersyukur. Akibatnya adalah kemudahan bagi orang tersebut untuk merealisasikan harapan dan tujuan-tujuan dalam hidupnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar