Sabtu, 20 Desember 2008

DOA SEORANG WANITA UNTUK LELAKI PUJAANNYA

Aku berdoa untuk seorang pria, yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seorang pria yang sungguh mencintai-Mu lebih dari segala sesuatu.
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk-Mu.
Seorang pria yang mempunyai hati sungguh mencintai dan haus akan Engkau dan memiliki keinginan untuk mentauladani sifat-sifat Agung-Mu.
Seorang pria yang mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia-sia
Seorang pria yang mempunyai hati yang bijak bukan hanya sekedar otak yang cerdas.
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormatiku
seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah
Seorang pria yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tetapi karena hatiku.
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi
Seorang pria yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika di sebelahnya.
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang pria yang membutuhkan do’aku untuk kehidupannya
Seorang pria yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya
Seorang pria yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.
Dan aku juga meminta .
Buatlah aku menjadi seorang perempuan yang dapat membuat seorang pria itu bangga
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintai-Mu, sehingga aku dapat mencintainya dengan cinta-Mu, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku
Berikanlah sifat-Mu yang lembut sehingga kecantikanku datang dari-Mu bukan dari luar diriku
Berikan aku tangan-Mu sehingga aku selalu berdoa untuknya.
Berikanlah aku penglihatan-Mu sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya dan bukan hal buruk saja
Berikanlah aku mulut-Mu yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaan-Mu dan pemberi semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari, dan aku dapat tersenyum padanya setiap pagi.
Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan“Betapa besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku seorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna”.
Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kau tentukan.
Amien.

Jumat, 19 Desember 2008

ENJOY YOUR COFFE, MY FRIEND

Salah satu kebiasaan saya adalah membaca berbagai buku, artikel dan majalah yang memperkaya jiwa. Saya memilih melakukan hal ini dari pada menghabiskan waktu sekedar membaca berita selebritis. Kali ini artikel di layar monitorku berasal dari salah seorang teman di milis alumni kampus. Kubaca pelan-pelan, karena dari awal isinya sudah menawarkan kedalaman.
Berikut isi e-mail tersebut:
Sekelompok alumni sebuah universitas mengadakan reuni di rumah salah seorang profesor favorit mereka yang dianggap paling bijak dan layak didengarkan.
Satu jam pertama, seperti umumnya diskusi di acara reuni, diisi dengan menceritakan (baca: membanggakan) prestasi di tempat kerja masing-masing. Adu prestasi, adu posisi dan adu gengsi, tentunya pada akhirnya bermuara pada berapa $ yang mereka punya dan kelola, mewarnai acara kangen-kangenan ini.
Jam kedua mulai muncul guratan dahi yang menampilkan keadaan sebenarnya. Hampir semua yang hadir sedang stres karena sebenarnya pekerjaan, prestasi, kondisi ekonomi, keluarga dan situasi hati mereka tak secerah apa yang mereka miliki dan duduki.Bahwa dolar mengalir deras, adalah sebuah fakta yang terlihat dengan jelas dari mobil yang mereka kendarai sertamerek baju dan jam tanganyangmereka pakai. Namun dilain pihak, mereka sebenarnya sedang dirundung masalah berat, yakni kehilangan makna hidup. Di satu sisi mereka sukses meraih kekayaan, di sisi lain mereka miskin dalam menikmati hidup dan kehidupan itu sendiri. They have money but not life.
Sang profesor mendengarkan celotehan mereka sambil menyiapkan seteko kopi hangat dan seperangkat cangkir. Ada yang terbuat dari kristal yang mahal, ada yang dari keramik asli Cina oleh-oleh salah seorang dari mereka, dan ada pula gelas dari plastik murahan untuk perlengkapan perkemahan sederhana. "Serve yourself, " kata profesor, memecah kegerahan suasana.
Semua mengambil cangkir dan kopi tanpa menyadari bahwa sang profesor sedang melakukan kajian akademik pengamatan perilaku, seperti layaknya seorang profesor yang senantiasa memiliki arti dan makna dalam setiap tindakannya.
"Jika engkau perhatikan, kalian semua mengambil cangkir yang paling mahal dan indah. Yang tertinggal hanya yang tampaknya kurang bagus dan murahan. Mengambil yang terbaik dan menyisakan yang kurang baik adalah sangat normal dan wajar. Namun, tahukah kalian bahwa inilah yang menyebabkan kalian stres dan tidak dapat menikmati hidup?" sang profesor memulai wejangannya. "Now consider this: life is the coffee, and the jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided, " kali ini kalimatnya mulai menekan hati. "So, don't let the cups drive you, enjoy the coffee instead, " demikian ia berkata sambil mempersilakan mereka menikmati kopi bersama.
Sewaktu membaca e-mail yang dikirim rekan saya Ucup, begitu panggilan akrabnya, saya ikut tertegun. Sesederhana itu rupanya. Profesor yang bijak selalu membuat yang sulit jadi mudah, sedangkan politikus selalu membuat yang mudah jadi sulit. Betapa banyak di antara kita yang salah menyiasati hidup ini dengan memutarbalikkan kopi dan cangkir. Tak jelas apa yang ingin kita nikmati, kopi yang enak atau cangkir yang cantik.
Ada tiga tipe pekerja (baca: profesional danpengusaha) yang sering kita lihat dalam menyiasati kopi dan cangkir kehidupan ini.
Pertama, pekerja yang sibuk mengejar pekerjaan, jabatan yang akhirnya hanya bertumpu pada kepemilikan jumlah dan kualitas cangkir kehidupan. Paradigmanya sangat sederhana, semakin banyak cangkir yang dipunyai, semakin bercahaya. Semakin bagus cangkir yang dimiliki tidak akan mengubah rasa kopi menjadi enak. Fokus hidup hanya untuk menghasilkan kuantitas dan kualitas cangkir. Ini yang menyebabkan terus terjadinya persaingan untuk menambah kepemilikan. Sukses diukur dengan seberapa banyak dan bagus apa yang dimiliki. Kala yang lain bisa membeli mobil mewah, ia pun terpacu mendapatkannya. Alhasil, tingkat stres menjadi sangat tinggi dan tak ada waktu untuk membenahi kopi. Semua upaya hanya untuk bagian luar, sedangkan bagian dalam semakin ketinggalan.
Kedua, pekerja yang menyadari bahwa kopinya ternyata pahit -artinya hidup yang terasa hambar; penuh kepahitan, dengki dan dendam; serta tak ada damai dan kebahagiaan- mencoba menutupnya dengan menyajikannya dalam cangkir yang lebih mahal lagi. Pikirannya juga sangat mudah, kopi yang tidak enak akan terkurangi rasa tidak enaknya dengan cangkir yang mahal. Rasa kurang dicintai rekan kerja, dikompensasi dengan mengadopsi anak asuh dan angkat. Tak merasa diperhatikan, dibungkus dengan memberikan perhatian pada korban gempa di Yogyakarta. Tak menghiraukan lingkungan, ditutup halus dengan program environmental development yang harus diresmikan pejabat Kementerian Lingkungan Hidup. Tak memperhatikan orang lain dengan tulus, dibalut dengan program community development yang wah. Kalau tidak hati-hati, akan muncul pengusaha kaum Farisi yang munafik bagai kubur bersih, tapi di dalamnya sebenarnya tulang tengkorak yang jelek dan bau.
Ketiga, ada pula pekerja yang berkonsentrasi membenahi kopinya agar lebih enak, semakin enak dan menjadi sangat enak. Tipe ini tak terlalu pusing dengan penampilan cangkir. Pakaian yang mahal dan eksklusif tak mampu membuat borok jadi sembuh. Makanan yang mahal tak selalu membuat tubuh jadi sehat, malahan yang terjadi acap sebaliknya. Fokus pada kehidupan dan hidup menyebabkan ia dapat santai menghadapi hari-hari yang keras. la tak mau berkompromi dengan pekerjaan yang merusak martabat, sikap dan kebiasaan. Menyuap yang terus-menerus dilakukan hanya akan membuat dirinya tak mudah bersalah kala disuap. Fokus pada kopi yang enak, membuat ia tak mudah menyerah pada tuntutan pekerjaan, tekanan target penjualan yang mengontaminasi karakternya. Baginya, ini adalah kebodohan yang tak pernah dapat dipulihkan.
Profesor hidup lain lagi pernah berpetuah, "Take no thought for your life, what you shall eat or drink, nor your body what you shall put on. Is not the life more than meat and the body than raiment?" Kalau kita tidak sadar, kita bakal terjerembap: mengkhawatirkan cangkir padahal seharusnya kita fokus pada kopi.
E-mail itu diakhiri dengan seruan sederhana
Enjoy your coffee, my friend!
Saya pun merasakan adanya sindiran halus dari imel tadi. Karir kadang membuat seseorang menyingkirkan segalanya, yang dianggap tidak penting bagi karir, atau bahkan dirasakan menyita waktu dan mengganggu. Terkadang sekedar say hello kepada orang tua yang sudah membesarkannya pun sering kali seseorang lupa. Masih sambil menatap kosong ke layar monitor, Saya pun mengangkat ponsel, dan menelepon ibu. Tiba-tiba saja saya menyadari bahwa ternyata ada kerinduan yang selama ini saya abaikan.

Kamis, 18 Desember 2008

AYAH, CERITAKAN PADAKU BAGAIMANA AKHWAT SEJATI ITU?

Seorang gadis kecil bertanya pada ayahnya,"Abi, ceritakan padaku tentang akhwat sejati?"
Sang ayah pun menoleh sambil kemudian tersenyum:
Anakku ...Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang memesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.
Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.
Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara."
Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya.
"Lantas apa lagi Abi?", sahut putrinya.
"Ketahuilah putriku ...
Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani tetapi dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.
Dan ingatlah ...Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauh mana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul."
Setelah itu sang anak kembali bertanya, "Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu, Abi?"
Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata,"Pelajarilah mereka!"
Sang anak pun mengambil buku itu dan terlihatlah sebuah tulisan " Istri Rasulullah."
Well, ada beberapa kesimpulan dari kisah di atas.
Akhwat sejati tidak dilihat dari jilbabnya yang anggun, tetapi dilihat dari kedewasaannya dalam bersikap.
Akhwat sejati tidak dilihat dari retorikanya ketika aksi, tetapi dilihat dari kebijaksanaannya dalam mengambil keputusan.
Akhwat sejati tidak dilihat dari banyaknya ia berorganisasi, tetapi sebesar apa tanggungjawabnya dalam menjalankan amanah.
Akhwat sejati tidak dilihat dari kehadirannya dalam kajian, tetapi dilihat dari kontribusinya dalam mencari solusi dari suatu permasalahan.
Akhwat sejati tidak dilihat dari tasnya yang selalu membawa Al Qur'an, tetapi dilihat dari hafalan dan pemahamannya akan kandungan Al Qur'an tersebut.
Akhwat sejati tidak dilihat dari aktivitasnya yang seabrek, tetapi bagaimana ia mampu mengoptimalisasi waktu dengan baik.
Akhwat sejati tidak dilihat dari IP-nya yang cum laude, tetapi bagaimana ia mengajarkan ilmunya pada umat.
Akhwat sejati tidak dilihat dari tundukan matanya ketika interaksi, tetapi bagaimana ia mampu membentengi hati.
Akhwat sejati tidak dilihat dari partisipasinya dalam menjalankan kegiatan, tetapi dilihat dari keikhlasannya dalam bekerja.
Akhwat sejati tidak dilihat dari sholatnya yang lama, tetapi dilihat dari kedekatannya pada Robb di luar aktivitas sholatnya.
Akhwat sejati tidak dilihat kasih sayangnya pada orang tua dan teman - teman, tetapi dilihat dari besarnya kekuatan cinta pada Ar Rahman Ar Rahiim.

Rabu, 17 Desember 2008

SMS DARI SAHABAT

Kecantikan wanita adalah kelembutannya, kekayaan wanita adalah keluasan ilmunya, kekuatan wanita adalah keikhlasannya (Laily)
Tidak pernah ada yang bisa mengalahkan kekuatan cinta yang murni dan tulus.Cinta yang mendalam menebarkan energi positif yang tidak hanya mengubah hidup seseorang tetapi juga menerangi kehidupan orang banyak. (Asep)
Ya Allah hiasilah kami dengan hiasan iman dan jadikanlah kami orang-orang yang menunjukkan serta mendapat petunjuk (Asep)
Ukhuwah bukan terletak pada pertemuan jasad, bukan pada manisnya ucapan.Namun ukhuwah terletak pada ingatan seseorang terhadap saudaranya dan doa yang selalu terlantun untuk saudaranya. (Rani)
Aku hanya ingin air dan Allah memberi samuderaAku hanya ingin pelita dan Allah memberiku matahariAku hanya ingin cinta dan Allah memberiku persahabatan yang indah bersamamu (Devy)
Alangkah indahnya hidup bila kita mampu mengecap manisnya islam, lezatnya iman, lisan-perbuatan mulia, dicintai Allah dan bermanfaat untuk sebanyak-banyaknya manusia. Mari benahi diri (Laily)
Mata hati mampu menembus kegelapan hidup karena dinaungi ilahi. Mata hati tidak akan menyesatkan siapapun yang menggunakannya karena dituntun menuju Allah, diasah melalui taubat, dzikir dan membaca tanda2 kebesaran Allah.Mata hati kunci membuka peta jalan hidup sebenarnya menuju kebagian dunia akhirat.(Yerni)
Jika hujan deras cobalah keluar, hitung dan rasakan titik2 air hujan yang jatuh dari langit. Sebanyak itulah aku bersyukur mempunyai saudara sepertimu (Ummu F)
Langit dan bumi-Ku tak mampu memuat-Ku, namun hati hamba-Ku yang lembut dan sabar dengan imannya dapat memuatku. Hadits Qudsi (Laily)
Besi itu kuat, tetapi api dapat mengalahkannya Api itu kuat tetapi air mampu memadamkannya Air itu kuat tetapi awan bisa menghalanginya Awan itu kuat tetapi angin mampu memindahkannya Angin itu kuat tetapi manusia mampu menahannya Manusia itu kuat tetapi ketakutan bisa melemahkannya Ketakutan itu kuta tetapi tidur bisa mengatasinyaTidur itu kuat tetapi mati ternyata lebih kuat Yang terkuat adalah kebaikan, ia takkan hilang setelah mati (Asep)

Selasa, 02 Desember 2008

PENGOKOH HATI YANG RESAH

1. SIAP (RIDHA) DALAM HIDUP INI
Senantiasa menyadari bahwa hidup di dunia ini hanya satu kali sehingga kita tidak boleh gagal dan sia-sia tanpa guna. Ikhtiar yang disertai niat yang sempurna itulah tugas kita, perkara apapun yang terjadi kita serahkan sepenuhnya kepada Allah Yang Maha Tahu yang terbaik bagi kita. Kita harus sadar betul bahwa yang terbaik bagi kita menurut kita belum tentu terbaik bagi kit menurut Allah, bahkan mungkin kita terkecoh oleh keinginan harapan kita sendiri. Pengetahuan kita tentang kehidupan dirikita atau tentang apapun amat terbatas sedangkan pengetahuan Allah menyelimuti segalanya. Sehingga betapapun kita sangat menginginkan sesuatu, tetapi hati kita harus kita persiapkan untuk menghadapi kenyataan yang tak sesuai dengan harapankita. Karena mungkin itulah yang terbaik bagi kita.
2. RELA MENERIMA KENYATAAN YANG ADA
Realitas ( Kenyataan ) yang terjadi yaa... inilah kenyataan dan episode hidup yang harus kita jalani. Emosional, sakit hati, dongkol, sedih, mengurung diri atau apapun yang membuat hati kita menjadi kecewa dan sengsara harus segera kita tinggalkan karena dongkol begini, tidak dongkol juga tetap begini. Lebih baik Kita menikmati apa adanya. Lubuk hati kita harus realistis menerima kenyataan yang ada, namun tubuh dan pikiran kita harus tetap bekerja keras mengatasi dan menyelesaikan masalah ini. Apa boleh buat, nasi telah menjadi bubur. Maka yang harus kita lakukan adalah mencari ayam, Kerupuk, kacang polong, kecap, seledri, bawang goreng dan sambal agar (Jadilah bubur ), bubur ayam spesial tetap dapat kita nikmati.
3. JANGAN MEMPERSULIT DIRI
Meyakini bahwa hidup ini bagai siang dan malam yang pasti silih berganti. Tak mungkin siang terus menerus dan tak mungkin juga malam terus menerus. Pasti setiap kesenangan ada ujungnya, begitupun masalah yang menimpa kita pasti ada akhirnya. Kita harus sangat sabar menghadapinya. Ujian yang diberikan oleh Allah Yang Maha Adil pasti sudah diukur dengan sangat cermat sehingga tak mungkin melampaui batas kemampuan Kita, karena ia tak pernah menzhalimi hamba-hamba- Nya. Dengan pikiran buruk Kita hanya semakin mempersulit dan menyengsarakan diri Kita. Tidak...!! Kita tidak boleh menzhalimi diri Kita sendiri. Pikiran kita harus tetap jernih, terkendali, tenang dan proporsional. Kita tak boleh terjebak mendramatisir masalah. Kita harus berani menghadapi persoalan demi persoalan. Tak boleh lari dari kenyataan karena kita tanggung sudah hidup diatas dunia ini, karena lari sama sekali tak menyelesaikan bahkan sebaliknya hanya menambah permasalahan. Semua harus tegar kita hadapi dengan baik, Kita tak boleh menyerah, Kita tak boleh kalah karena kita masih punya tempat yang abadi ( Akhirat), nanti jika kita bersabar dan iktiar dengan ilmu. Harusnya segala sesuatu itu ada akhirnya. Begitu pun persoalan yang kita hadapi, seberat apapun seperti yang dijanjikan Allah “Fa innama’al usri yusran, inna ma’al usri yusran” dan sesungguhnya bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan, bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan. Janji yang tak pernah mungkin dipungkiri oleh Allah. Karena itu kita tak boleh mempersulit diri apalagi sakit hati, atau kecewa karena hidup kita sudah di ukur sejak dalam kandungan .
4.NILAI DIRI DENGAN KACAMATA AGAMA
Nasib baik atau buruk dalam pandangan kita mutlak terjadi atas izin Allah dan Allah tak mungkin berbuat sesuatu yang sia-sia pasti ada hikmah di balik kejadian apapun asal kita mensikapinya dengan Ilmu dan jernih hati. Ini pasti ada hikmah. Sepahit apapun pasti ada kebaikan yang terkandung di dalamnya bila disikapi dengan sabar dan benar serta terus belajar dalam agama. Lebih baik kita renungkan kenapa Allah menakdirkan semua ini menimpa Ku...? Bisa jadi sebagai peringatan atas dosa-dosaku. .?, kelalaianku. .?, atau mungkin saat kenaikan kedudukanku di sisi Allah karena harus uji kualitas iman kita . Aku...? mungkin harus berfikir keras untuk menemukan kesalahan yang harus kuperbaiki.. .?. Itibar (Bercermin) dari setiap kejadian adalah cermin pribadi Kita. Kita tak boleh gentar dengan kekurangan dan kesalahan yang terjadi. Yang penting kini kita bertekad sekuat tenaga untuk memperbaikinya. Allah Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat.
5. YAKINI HIDUP INI ALLAH LAH YANG BERBUAT TERBAIK UNTUK KITA
Kita harus yakin bahwa walaupun bergabung seluruh manusia dan jin untuk menolong atau untuk mencelakakan kita. tak mungkin terjadi apapun tanpa izin-Alloh, asal kita terus giat beribadah mencari ilmu membaca buku-buku islam . Hati Kita harus bulat total dan yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa hanya Allah-lah satu-satunya yang dapat menolong memberi jalan keluar terbaik dari setiap urusan banyak-banyak lah berdoa dalam shalat malam jangan malas bangun malam, sebab ijabahnya do'a adalah waktu sepertiga malam. Allah Mahakuasa atas segala-galanya karena itu tiada yang mustahil bila Dia menghendaki. Dialah pemilik dan penguasa segala sesuatu, sehingga tiada yang sanggup menghalangi jika Dia berkehendak menolong hamba-hamba- Nya. Dialah yang mengatur segala sebab datangnya pertolongan- Nya. Dengan demikian maka kita harus benar-benar berjuang, berikhtiar mendekati-Nya dengan mengamalkan apapun yang disukainya dan melepaskan hati ini dari ketergantungan selain-Nya, karena selain Dia hanyalah sekedar mahluk yang akan mati dan tak berdaya tanpa kekuatan dari-Nya. "Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya akan diberi jalan keluar dari setiap urusannya dan diberi rizki dari arah yang tak diduga, dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya akan dicukupi segala kebutuhannya. " (QS [65] : 2-3)Orang yang akan selamat dunia & akhirat adalah orang yang selalu belajar mengenal Alloh dengan Benar, mengamalkan agamanya dengan benar, tidak meninggalkan belajar dalam agamanya, celaka dan selamatnya tergantung pemahaman agama dan pengamalannya. Pelajarilah AL-Qur'an & Al-Hadits Niscaya Anda Selamat sampai tujuan [Imam Abu Hatim]

Senin, 24 November 2008

KETIDAKSEMPURNAAN

Apalagi yang tersisa dari ketampanan setelah ia dibagi habis oleh Nabi Yusuf dan Muhammad. Apalagi yang tersisa dari kecantikan setelah ia dibagi habis oleh Sarah, istri Nabi Ibrahim, dan Khadijah, istri Nabi Muhammad SAW? Apalagi yang tersisa dari pesona kebajikan setelah ia direbut oleh Ustman bin Affan? Apalagi yang tersisa dari kehalusan budi setelah ia direbut habis oleh Aisyah?
Kita hanya berbagi pada sedikit yang tersisa dari pesona jiwa raga yang telah direguk habis oleh para nabi dan orang shalih terdahulu. Karena itu persoalan cinta selalu permanen begitu: jarang sekali pesona jiwa raga menyatu secara utuh dan sempurna dalam diri kita. Pilihan-pilihan kita, dengan begitu, selalu sulit. Ada lelaki ganteng atau perempuan cantik yang kurang berbudi. Sebaliknya, ada lelaki shaleh yang tidak menawan atau perempuan shalehah yang tidak cantik. Pesona kita selalu tunggal. Padahal cinta membutuhkan dua kaki untuk bisa berdiri dan berjalan dalam waktu yang lama. Maka tentang pesona fisik itu seorang ulama pernah mengatakan: “Pilihlah istri yang cantik agar kamu tidak bosan.” Tapi tentang pesona jiwa itu Rasulullah SAW bersabda: “Tapi pilihlah calon istri yang taat beragama niscaya kamu pasti beruntung.”
Persoalan kita adalah ketidaksempurnaan. Seperti ketika dunia menyaksikan tragedi cinta Puteri Diana dan Pangeran Charles. Dua setengah milyar manusia menyaksikan pemakamannya di televisi. Semua sedih. Semua menangis. Puteri yang pernah menjadi trendsetter kecantikan dunia dekade 80-an itu rasanya terlalu cantik untuk disia-siakan oleh sang pangeran. Apalagi Camila Parker yang menjadi kekasih gelap sang pangeran saat itu, secara fisik sangat tidak sebanding dengan Diana. Tapi tidak ada yang secara obyektif mau bertanya ketika itu. Kenapa akhirnya Charles lebih memilih Camila, perempuan sederhana, tidak bisa dibilang cantik, dan lebih tua ketimbang Diana, gadis cantik berwajah boneka itu? Jawaban Charles mungkin memang terlalu sederhana. Tapi itu fakta, “Karena saya lebih bisa bicara dengan Camila.”
Kekuatan budi memang bertahan lebih lama. Tapi pesona fisik justru terkembang di tahun-tahun awal pernikahan. Karena itu ia menentukan. Begitu masa uji cinta selesai, biasanya lima sampai sepuluh tahun, kekuatan budi akhirnya yang menentukan sukses tidaknya sebuah hubungan jangka panjang. Dampak gelombang magnetik fisik berkurang Bukan karena kecantikan atau ketampanan berkurang. Atau hilang bersama waktu. Yang berkurang adalah pengaruhnya. Itu akibat sentuhan terus menerus yang mengurangi kesadaran emosi tentang gelombang magnetik tersebut.
Apa yang harus kita lakukan adalah mengelola ketidaksempurnaan melalui proses pembelajaran. Belajar adalah proses berubah secara konstan untuk menjadi lebih baik dan sempurna dari waktu ke waktu. Fisik mungkin tidak bisa dirubah. Tapi pesona fisik bukan hanya tampang. Ia lebih ditentukan oleh aura yang dibentuk dari gabungan antara kepribadian bawaan, pengetahuan dan pengalaman hidup. Ketiga hal itu biasanya termanifestasi pada garis-garis wajah, senyuman dan tatapan mata serta gerakan refleks tubuh kita. Itu yang menjelaskan mengapa sering ada lelaki yang tidak terlalu tampan tapi mempesona banyak wanita. Begitu juga sebaliknya.
Itu jalan tengah yang bisa ditempuh semua orang sebagai pecinta pembelajar. Karena pengetahuan dan pengalaman adalah perolehan hidup yang membuat kita tampak matang. Dan kematangan itu pesonanya. Sebab, setiap kali pengetahuan kita bertambah, wajah kita akan tampak lebih baik dan bercahaya.

Jumat, 07 November 2008

NIKMAT DUNIA YANG SEDIKIT

Adalah seorang pemuda yang tengah berjalan- jalan di tepi hutan untuk mencari udara segar, ketika dia tengah berjalan, tiba-tiba terdengarlah bunyi auman suara harimau.
Auuuummmm... .!!!!! Seekor harimau yang sedang lapar dan mencari mangsa untuk mengisi perutnya dan tiba-tiba sudah berada di hadapan pemuda.
Pemuda tadi karena takut, dia pun berlari semampu dia bisa. Harimau yang sedang lapar tentunya tidak begitu saja melepas mangsa empuk di depan matanya, harimau itu pun mengejar pemuda tadi. Ditengah kepanikkannya, pemuda tadi masih sempat berdoa, agar diselamatkan dari terkaman harimau.
Rupanya doanya dikabulkan, dalam pelariannya dia melihat sebuah sumur tua,..terlintas dibenaknya untuk masuk ke dalam sumur itu karena harimau pasti tidak akan mengejarnya ikut masuk ke sumur tersebut.
Beruntungnya lagi ternyata sumur tersebut ditengahnya ada tali menjulur ke bawah, jadi pemuda tadi tidak harus melompat yang mungkin saja bisa membuat kakinya patah karena dalamnya sumur tersebut. Tapi ternyata tali itu pendek dan takkan sanggup membantu dia sampai kedasar sumur, hingga akhirnya dia bergelayut di tengah-tengah sumur.
Ketika tengah bergelayut dia menengadahkan mukanya ke atas ternyata harimau tadi masih menunggunya di bibir sumur, dan ketika dia menunduk kebawah, terdengar suara kecipak air setelah diamati ternyata ada 2 ekor buaya yang ganas yang berusaha menggapai badannya.
Ya Allah bagaimana ini, diatas aku ditunggu harimau, dibawah buaya siap menerkamku, begitu pikir pemuda iru. ketika dia tengah berpikir caranya keluar, tiba-tiba dari pinggir sumur yang ada lobangnya keluarlah seekor tikus putih..ciiit...ciiit. .. .ciit...yang naik meniti tali pemuda tadi dan mulai menggerogoti tali pemuda tadi,..belum hilang keterkejutannya dari lobang satunya lagi muncul seekor tikus hitam yang melakukan hal sama seperti tikus putih menggerogoti tali yang dipakai pemuda untuk bergelantungan.Waduh ...jika tali ini putus, ...habislah riwayatku dimakan buaya! Cemas dia berpikir,... jika aku naik ke atas ..sudah pasti harimau menerkamku,. .jika menunggu disini...lama- lama tali ini akan putus dan buaya dibawah siap menyongsongku. .. saat itulah dia mendengar dengungan rombongan lebah yang sedang mengangkut madu untuk dibawa ke sarang mereka,..dia mendongakkan wajahnya keatas dan tiba-tiba jatuhlah setetes madu dari lebah itu langsung tertelan ke mulut pemuda tadi. Spontan pemuda tadi berkata...Subhanallah. Alangkah manisnya madu ini,..baru sekali ini aku merasakan madu semanis dan selezat ini...!!!Dia lupa akan ancaman buaya dan harimau tadi.
Tahukah kamu, inti dari cerita diatas...??? Pemuda tadi adalah kita semua, harimau yang mengejar adalah maut kita,ajal memang selalu mengejar kita. Jadi ingatlah akan mati. Dua ekor buaya adalah malaikat munkar dan nakir yang menunggu kita dialam kubur kita nantinya. Tali tempat pemuda bergelayut adalah panjang umur kita,jika talinya panjang maka pendeklah umur kita, jika talinya pendek maka panjanglah umur kita. Tikus putih dan tikus hitam adalah dunia kita siang dan juga malam yang senantiasa mengikis umur kita. Diibaratkan di cerita tadi tikus yang menggerogoti tali pemuda Madu setetes adalah nikmat dunia yang hanya sebentar. Bayangkan madu setetes tadi masuk ke mulut pemuda,sampai dia lupa akan ancaman harimau dan buaya. Begitulah kita, ketika kita menerima nikmat sedikit, kita lupa kepada Allah. Ketika susah baru ingat kepada Allah..
Astaghfirullah1 menit untuk mengingat Allah
Sebutlah dengan sepenuh hati dan lidah yang fasih akan:
*SUBHANA'LLAH
*ALHAMDULI'LLAH
*LA I LAHA ILLA'LLAH
*ALLAHU AKBAR
*ASTAGHFIRU' LLAH
*LA ILAH ILLA'LLAH, MUHAMMADUN RASULU'LLAH
*ALLAHUMMA SHOLLI ALA WA SALLIM WABARIK ALA SAYYEDINA MUHAMMAD
*WA AALIHI WA SAHBIHI AJMA'EEN

Minggu, 19 Oktober 2008

PEMBIARAN



Seperti ketika Rasulullah SAW tertawa-tawa menyaksikan Aisyah dan Saudah saling bertengkar dan saling menimpuk wajah mereka dengan kue atau seperti ketika Ummu Salamah menjawab enteng pertanyaan Anas bin Malik tentang Rasulullah SAW yang selalu refleks mencium Aisyah tapi tidak begitu dengan beliau, kita semua belajar tentang sebuah fakta bahwa ternyata cinta memang punya mekanismenya sendiri dalam menyelesaikan masalah-masalahnya.

Pembiaran. Yah, pembiaran. Mereka dengan sengaja membiarkan sebagian masalah itu terjadi. Dan tidak memikirkannya. Apalagi menyelesaikannya. Karena tidak semua masalah memang harus dipikirkan. Karena tidak semua masalah memang harus diselesaikan. Karena memang ada banyak masalah yang selesai karena tidak dipikirkan dan tidak diselesaikan. Persis seperti ketika kita membiarkan seorang bocah menangis dan tidak menghiraukannya, ia akan berhenti dengan sendirinya. Sebab memang ada ”ruang pelepasan jiwa” yang mengharuskan kita “tega” menyaksikannya untuk lepas bebas, sembari menanti dengan cukup “yakin” bahwa ia akan kembali tenang dengan sendirinya. Bahkan misalnya ketika Ibnul Qoyyim mengatakan bahwa menangis itu bagus untuk kesehatan jantung anak-anak, sebenarnya menangis juga bagus untuk perempuan, khususnya untuk kehalusan kulit mereka.

Jadi mekanisme pembiaran menuntut adanya keyakinan dan sedikit ketegaan.
Pada tamsil yang lain kita bisa belajar dari mekanisme kerja tubuh yang sehat. Badan sehat menyembuhkan penyakitnya sendiri, khususnya penyakit-penyakit kecil. Selain memiliki imunitas sebagai sistem perlindungan tubuh, badan sehat juga menyelesaikan penyakit-penyakit kecil seperti flu, pilek dan demam melalui istirahat atau tidur yang cukup. Jadi tidak semua penyakit harus dibawa ke dokter. Walau itu tidak harus berarti bahwa bukan karena merasa sehat maka kita merasa tidak memerlukan dokter.

Begitu juga cinta, punya mekanisme pembiaran. Semacam toleransi bahwa masalah-masalah yang muncul ini bukan suatu bahaya yang mengancam hubungan jangka panjang. Tapi hanya riak-riak yang menghiasi keteduhan laut. Bahkan seringkali masalah-masalah itu justru menyimpan berkah terselubung. Misalnya cemburu. Seringkali keluar ia dibahasakan dengan tudingan dan tuntutan. Tapi sebenarnya kedalam ia membangun kesadaran introspeksi diri yang lebih baik. Kenapa bisa begitu ? Karena cemburu berbaur secara kimiawi dengan bahan dasar cinta, dicampur rasa malu, digabung egoisme. Yang keluar cinta juga akhirnya. Walaupun mungkin sudah “babak belur” dalam pembahasaan.

Jadi semua yang tumbuh dari bibit cinta pada akhirnya akan berbuah cinta juga. Ujian paling berat bagi pecinta sejati adalah pada keyakinannya terhadap kesejatian cintanya sendiri, dan keyakinannya pada kekuatan cinta untuk terus menerus melahirkan kebajikan-kebajikan. Pembiaran adalah tampak manajerial dari keyakinan itu.

Sabtu, 18 Oktober 2008

SYUKUR

Syukur adalah kata yang mudah untuk diucapkan tetapi terasa sulit untuk dipraktekkan. Perintah Syukur juga dinyatakan di dalam kitab Suci Al quran, yang intinya menyebutkan bahwa Allah akan memberikan lebih banyak kenikmatan jika manusia pandai bersyukur. Kebanyakan orang salah mendefinisikan apa itu syukur. Sebagian besar dari kita memaknai syukur dengan jalan mengucapkan terimakasih atas apa yang telah kita peroleh saat ini, dan itu masih dalam makna sempit. Syukur sesungguhnya adalah tidak sekedar berucap di bibir saja, tetapi juga masuk di level perasaan, yang merasakan bahwa apa yang ada di dalam diri kita, nafas, kedipan mata kita, indera kita, kesehatan, istri/suami, kecerdasan,anak, tempat tinggal, termasuk perasaan bahagia dan segala resources ygkita miliki semata-mata pemberian Allah dan berusaha menggunakan dan memaanfaatkan segala resources yang kita miliki itu demi kebahagiaan seluruh makhluk. Lalu bagaimana syukur bisa semakin mendatangkan kenikmatan-kenikmatan baru seperti dijanjikan Allah? Ada 2 tinjauan tentang syukur. Yang pertama dari sisi pemrograman pikiran. Defini syukur sebagaimana di atas membuat setting pikiran manusia (mind set) dalam keadaan positif. Dengan mensyukuri setiaplangkah kita dalam hidup ini dengan segala pencapaiannya, maka perasaan kita akan selalu bergetar dalam frekuensi yang positif. Perasaan yang selalu positif (Positif Feeling) akan membuat apa yang selalu kita pikirkan juga bergetar dalam frekuensi yang positif (Positif Thinking). Dengan demikian pikiran manusia yang terdiri dari pikiran sadar danpikiran bawah sadarnya akan saling bersinergi dan tercipta suatu keselarasan yang akibatnya adalah adanya saling mendukung di dalam 2 kepribadian manusia yang biasanya saling bertentangan atau melemahkan dalam mencapai suatu tujuan. Pernahkah anda mempunyai keinginan,misalnya ingin membuka usaha. Kemudian ada bagian dalam diri anda yang mensabotase seperti takut gagal, khawatir, jangan-jangan dan seterusnya. Sabotase dari bagian diri anda yang lain ini tidak akan sempat muncul jika kedua bagian dalam diri anda saling selaras dengan menerapkan syukur dalam hidup anda. Sehingga pikiran dan perasaan yang telah salingselaras ini akan menggerakan seluruh potensi diri anda untuk melakukan action dalam meraih tujuan hidup anda, istiqomah dan akhirnya tujuan itupasti tercapai. Tinjauan tentang syukur yang kedua adalah, ternyata berdasarkan hasil riset menyebutkan bahwa orang-orang yang selalu bersyukur memiliki tingkat energy pikiran (otak) yang sanagat besar frekuensinya jika diukur dengan alat pengukur kekuatan energy pikiran/otak. Dan ini jauh sangat berbeda bagi orang-orang yang pemarah misalnya dimana level energy pikirannya sangat rendah. Di dalam hukum LOA (Law of Attraction) ternyata energy syukur yang kuat tersebut mampumembroadcast atau mengirimkan keinginan dan harapan orang yang bersyukurtersebut ke seluruh alam semesta. Sehingga alam semesta pun akan merespon broadcast keinginan dan harapan tersebut dengana membalasnyalebih besar. Inilah yang pada akhirnya orang sering menyebutnya sebagai keberuntungan. Keberuntungan adalah hasil broadcast keinginan yangdirespon oleh alam semesta dalam kekuasaan Allah dalam bentuk mendekatkan apa yang diinginkan dan diharapkan, semakin mendekat dan tertarik oleh magnet orang yang pandai bersyukur. Akibatnya adalah kemudahan bagi orang tersebut untuk merealisasikan harapan dan tujuan-tujuan dalam hidupnya.

Selasa, 26 Agustus 2008

MENINGGALKAN BAYANGAN MASA LALU

Sesuatu yang indah tidak hanya tercipta dari kecantikan tapi kadang dari reruntuhan jiwa yang bangkit dan menemukan jalan untuk kembali.
Pagi ini kudapati sebuah pelajaran lagi. Hasil dari perbincanganku dengan seorang kawan melalui chat. Berawal dari membahas tentang diary seorang dari temanku itu, hingga tentang pendapatku bahwa kehidupanku yang lalu biarlah akan menjadi kenangan untukku sendiri karena aku khawatir bahwa segala keburukan masa lalu menjadi aib bagi keluarga dan orang-orang yang kusayangi. Biarlah kenangan itu tersimpan dalam lubuk hati yang terdalam walaupun aku harus menanggungnya seumur hidupku.
Pada kenyataannya adalah segala kenangan itu bagaikan memberatkan hari2ku, ingatan itu selalu hadir di setiap kesempatan yang berhubungan dengan cerita masa lalu sehingga mempengaruhi cara berpikirku dan tentu saja setiap keputusan yang kuambil biasanya jadi tidak objektif.
Sampai aku mendapatkan : "Kita harus tahu kapan kita rela melepaskan sebuah kenangan lama dan melanjutkan hidup atau tetap mempertahankannya" menjadi sebuah evaluasi bagi cara bersikapku selama ini.
Dari situ kucoba untuk memikirkan apa yang selama ini telah kulakukan dalam hidupku, kenikmatan merasakan penderitaan yang seharusnya kulepaskan, berusaha untuk merelakan dan sekedar mengambil hikmah dari kejadian2 yang telah lalu yang rupanya hal tersebut sangat menghabiskan energiku.
Kenyataan telah tergoreskan dalam perjalanan yang kualami merupakan garis kehidupan yang telah ditentukan oleh-Nya dan itu semua sudah kulewati, mau tak mau aku harus menerimanya dengan kebesaran hatiku dan membuat keadaan hari esok tidak boleh terulang lagi. Masalahnya tidak mudah meninggalkan semua kenangan itu, walaupun pahit masih membekas dalam benakku tapi sedikit banyak telah memberikan warna pada hidupku sekarang. Kalau bukan karena hitamnya jalanku dulu tak mungkin aku tahu jalan yang putih, kalau bukan karena bodohnya pilihanku dulu, mana kutahu pilihan cerdas untuk hidupku.
Inilah hikmah yang kudapat dari jalanku, inilah arti dari "Sesuatu yang indah tidak hanya tercipta dari kecantikan tapi kadang dari reruntuhan jiwa yang bangkit dan menemukan jalan untuk kembali"
Tolong doakan aku ya ukhti semoga hati ini istiqomah di jalan-Nya. Bagaikan pelangi hadir setelah hujan, biarkan pelangi itu tetap di hatiku.

Jumat, 11 Juli 2008

KARENA DIA MANUSIA BIASA

Setiap kali ada teman yang mau menikah, saya selalu mengajukan pertanyaan yang sama. Kenapa kamu memilih dia sebagai suamimu/istrimu? Jawabannya sangat beragam. Dari mulai jawaban karena Allah hingga jawaban duniawi (cakep atau tajir manusiawi lah).
Tapi ada satu jawaban yang sangat berkesan di hati saya. Hingga detik ini saya masih ingat setiap detail percakapannya. Jawaban salah seorang teman yang baru saja menikah. Proses menuju pernikahannya sungguh ajaib. Mereka hanya berkenalan 2 bulan. Lalu memutuskan menikah. Akhirnya, bisa juga kita ngobrol berdua. Ada banyak hal yang ingin saya tanyakan. Hingga akhirnya terlontar juga sebuah pertanyaan yang selama ini saya pendam.“Kenapa kamu memilih dia?” Dia tersenyum simpul lalu bangkit dari tidurnya, perlahan dia membuka laci meja riasnya. Menutup laci kembali lalu menyerahkan selembar amplop pada saya. Saya menerima Amplop putih panjang. Saya memandangnya tak mengerti.
“Buka aja.” Sebuah kertas saya tarik keluar. Kertas polos ukuran A4. Saya membaca satu kalimat diatas dideretan paling atas. Saya menggeleng-gelengkan kepala sambil menahan senyum. Saya memulai membacanya. Dan sampai saat inipun saya masih hapal dengan kata-katanya. Begini isi surat itu :
Kepada YTH
Calon istri saya, calon ibu anak-anak saya, calon anak Ibu saya dan calon kakak buat adik-adik saya
Di tempat
Assalamu’alaikum Wr Wb
Mohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya mohon bacalah surat ini hingga akhir. Baru kemudian silahkan dibuang atau dibakar, tapi saya mohon, bacalah dulu sampai selesai.
Saya, yang bernama …… menginginkan anda …… untuk menjadi istri saya. Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa. Saat ini saya punya pekerjaan. Tapi saya tidak tahu apakah nanti saya akan tetap punya pekerjaan. Tapi yang pasti saya akan berusaha punya penghasilan untuk mencukupi kebutuhan istri dan anak-anakku kelak. Saya memang masih kontrak rumah. Dan saya tidak tahu apakah nanti akan ngontrak selamannya. Yang pasti, saya akan selalu berusaha agar istri dan anak-anak saya tidak kepanasan dan tidak kehujanan. Saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak kelemahan dan beberapa kelebihan. Saya menginginkan anda untuk mendampingi saya. Untuk menutupi kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya. Saya hanya manusia biasa. Cinta saya juga biasa saja. Oleh karena itu. Saya menginginkan anda mau membantu saya memupuk dan merawat cinta ini, agar menjadi luar biasa. Saya tidak tahu apakah kita nanti dapat bersama-sama sampai mati. Karena saya tidak tahu suratan jodoh saya. Yang pasti saya akan berusaha sekuat tenaga menjadi suami dan ayah yang baik. Kenapa saya memilih anda? Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa saya memilih anda. Saya sudah sholat istiqaroh berkali-kali, dan saya semakin mantap memilih anda. Yang saya tahu, Saya memilih anda karena Allah. Dan yang pasti, saya menikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah. Saya tidak berani menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat mungkin menjadi lebih baik dari saat ini.
Saya mohon sholat istiqaroh dulu sebelum memberi jawaban pada saya. Saya kasih waktu minimal 1 minggu, maksimal 1 bulan. Semoga Allah ridho dengan jalan yang kita tempuh ini. Amin
Wassalamu’alaikum Wr Wb
Saya memandang surat itu lama. Berkali-kali saya membacanya. Baru kali ini saya membaca surat ‘lamaran’ yang begitu indah. Sederhana, jujur dan realistis. Tanpa janji-janji gombal dan kata yang berbunga-bunga. Surat cinta minimalis, saya menyebutnya begitu. Saya menatap sahabat di samping saya. Dia menatap saya dengan senyum tertahan.
“Kenapa kamu memilih dia?”tanya saya lagi
“Karena dia manusia biasa.” Dia menjawab mantap. “Dia sadar bahwa dia manusia biasa. Dia masih punya Allah yang mengatur hidupnya. Yang aku tahu dia akan selalu berusaha tapi dia tidak menjanjikan apa-apa. Soalnya dia tidak tahu, apa yang akan terjadi pada kita dikemudian hari. Entah kenapa, Itu justru memberikan kenyamanan tersendiri buat aku. Dunia ini fana. Apa yang kita punya hari ini belum tentu besok masih ada. Iya kan?"
Satu lagi pelajaran pernikahan saya peroleh hari itu. Ketika manusia sadar dengan kemanusiannya. Sadar bahwa ada hal lain yang mengatur segala kehidupannya. Begitupun dengan sebuah pernikahan. Suratan jodoh sudah tergores sejak ruh ditiupkan dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana dan berapa lama pernikahnnya kelak. Lalu menjadikan proses menuju pernikahan bukanlah sebagai beban tapi sebuah ‘proses usaha’. Betapa indah bila proses menuju pernikahan mengabaikan harta, tahta dan ‘nama’. Embel-embel predikat diri yang selama ini melekat ditanggalkan. Ketika segala yang ‘melekat’ pada diri bukanlah dijadikan pertimbangan yang utama. Pernikahan hanya dilandasi karena Allah semata. Diniatkan untuk ibadah. Menyerahkan secara total pada Allah yang membuat skenarionya. Maka semua menjadi indah. Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap umat-NYA. Hanya Allah yang mampu memudahkan segala urusan. Hanya Allah yang mampu menyegerakan sebuah pernikahan. Kita hanya bisa memohon keridhoan Allah. Meminta-NYA mengucurkan barokah dalam sebuah pernikahan. Hanya Allah jua yang akan menjaga ketenangan dan kemantapan untuk menikah.Lalu, bagaimana dengan cinta?, Cinta itu proses. Proses dari ada, menjadi hadir, lalu tumbuh, kemudian merawatnya. Agar cinta itu bisa bersemi dengan indah menaungi dua insan dalam pernikahan yang suci. Cinta tumbuh karena suami/istri (belahan jiwa). Cinta paling halal dan suci. Cinta dua manusia biasa, yang berusaha menggabungkannya agar menjadi cinta yang luar biasa. Amin.